Tampilkan postingan dengan label informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label informasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Februari 2013

PERPUSTAKAAN KOTA YOGYAKARTA AKAN SELENGGARAKAN LOMBA BERCERITA BAGI SISWA SD SE-KOTA YOGYAKARTA


Budaya lisan masih kental dilakukan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, tak terkecuali anak-anak. Pada usia sekolah dasar, dimana rasa keingintahuan sedang mengalami taraf perkembangan, dengan memberikan informasi yang tepat melalui buku bacaan yang bermutu akan memberikan dampak yang baik bagi perkembangan budi pekerti anak. Bermula dari ketertarikan akan sebuah buku, siswa akan terus mencari sumber informasi yang dibutuhkan dari buku lain, selanjutnya akan menceritakan apa yang dibacanya kepada teman atau siswa yang lain, sehingga nantinya juga akan merangsang teman tersebut untuk ikut serta membaca dan menceritakan kembali kepada teman atau siswa lainnya, demikian seterusnya.

KELAS SANGGAR MENULIS CAHAYA 5, KEMBALI DIBUKA UNTUK ANAK-ANAK SEKOLAH DASAR DI KOTA YOGYAKARTA


Perkembangan zaman yang semakin canggih, membuat budaya literasi dalam masyarakat agak sedikit tersisihkan dengan berbagai macam tontonan televisi yang menghibur. Budaya literasi sudah seharusnya dikembangkan sejak dini, karena budaya literasi menjadi satu-satunya jalan untuk mampu menjelajahi ruang dan waktu semesta. Penumbuhan budaya literasi ini tak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, namun juga menjadi tanggung jawab bersama masyarakat. Melihat potensi anak-anak pada masa sekarang dari segala bidang, tidak heran jika pemupukan budaya literasi melalui sebuah kompetensi di bangun sejak masa-masa ini.

Suatu Penyesalan

Penyesalan memang selalu datang belakangan, karena biasanya ia muncul dari sesuatu hal yang disebut gagal.   Tetapi sebuah penyesalan itu tergantung bagaimana sikap kita memaknainya. Apakah menyesal itu benar-benar membuat nelongso, atau justru dari penyesalan itulah kita akan menemukan secercah cahaya.
Seperti kata pepatah, nasi telah menjadi bubur. Yah, memang tidak bisa lagi bubur diubah menjadi nasi kembali. Bahasa saintisnya irreversibel gitu lah. Selanjutnya tinggal bagaimana memvariasikan bubur tersebut.

Senin, 07 Mei 2012

Sore Ini, Tentang Kanker Payudara

Sore ini saya banyak mendapat ilmu dari obrolan singkat kurang lebih setengah jam. Sebenarnya tidak sengaja sih, mendengar pembicaraan rekan saya dengan  penjual jamu tentang “sesuatu” yang berkaitan dengan seorang wanita, yaitu kanker payudara. Awalnya rekan saya hanya berbicara ini itu ini itu, tapi setelah dia sedikit bercerita kepada penjual jamu (menurut analisisku sih, salah satu keluarganya juga terkena) tersebut, saya langsung berpikir ke arah kanker payudara. Dan ternyata benar, bukan hanya sekedar jinak, tapi yang dialami rekan saya itu sudah menjurus ke ganas.
Jadi pengen share ke teman-teman semua tentang kanker payudara J

Minggu, 06 Mei 2012

“Berburu” di Hotel Berbintang


Padda oryzivora (motret jepretannya Praja)
Pagi itu (Ahad, 22 April 2012) bertepatan dengan hari Bumi, saya sudah rapi dengan baju batik dan bersiap melajukan Pitoru (pit ontel biru) milikku. Menuju nol kilometer kota Yogyakarta, saya pun menyambut hari itu dengan semangat ^_^ . Memang agenda hari Ahad ini sudah diagendakan jauh-jauh hari oleh pengurus KPB Bionic UNY dengan tujuan pengamatan si mungil Gelatik Jawa di Hotel Melia Purosani. Tema pengamatan kali ini adalah “Sing Nonton Manuk, Sing Batikan Kae Loh”. Berdasarkan tema tersebut, maka semua peserta diharuskan menggunakan batik.

Senin, 19 Maret 2012

Si Anggrek Bulan Yang Memesona

Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis) adalah salah satu bunga nasional Indonesia. Indonesia sendiri memiliki 3 bunga nasional yang ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 4/1993, yaitu bunga melati (Jasminum sambac) sebagai puspa bangsa, bunga padma raksasa (Rafflesia arnoldii) sebagai puspa langka, dan bunga anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis) sebagai puspa pesona.
Penobatan Phalaenopsis amabilis sebagai “puspa pesona” tidaklah berlebihan, karena tampilan bunganya memang cantik dan anggun. Bentuk bunga Phalaenopsis sangat khas, menyerupai kupu-kupu. Oleh sebab itu, anggrek ini diberi nama Phalaenopsis (Phalaina berarti lebah atau kupu-kupu, sedangkan opsis artinya penampakan) dan amabilis (cantik atau indah). Untaian bunganya yang memanjang dan menjuntai kedepan menambah daya tarik pesonanya. Warnanya putih bersih dan susunan perhiasan bunganya membulat seperti bulan. Sifat bunganya yang mekar serempak merupakan kriteria unggulan yang diinginkan para pemulia tanaman hias. Di Indonesia, anggrek ini biasanya dikenal dengan nama anggrek bulan (Moon Orchid), tetapi masyarakat dunia lebih suka menyebutnya sebagai anggrek lebah (Moth Orchid).